Mengidentifikasi pelanggan atau target market adalah hal klasik yang sering dibahas oleh para marketer di manapun jika berbicara tentang produk.
Ya, kamu juga pasti sudah nggak asing kan dengan istilah itu?
Tapi tahukah kamu? Mungkin semua orang tahu apa itu target market, tapi nggak semua orang tahu cara mengidentifikasinya dengan tepat.
Karena setelah mengidentifikasi siapa calon pelangganmu, ada beberapa pertanyaan yang harus bisa kamu jawab, diantaranya:
- Apakah mereka benar-benar akan mau membeli produkmu?
- Apakah ada kompetitor yang menarget pasar yang sama?
- Apakah produkmu adalah solusi paling tepat bagi masalah mereka?
Jika kamu bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan yakin dan percaya diri, maka kamu sudah menarget pasar yang tepat. Jika sebaliknya, maka kamu perlu membaca artikel ini sampai akhir, karena saya akan membahasnya tuntas di sini.
Mulailah dengan Mengidentifikasi Masalah Mereka
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, memahami pelanggan adalah kunci untuk meraih kesuksesan.
Namun, sering kali kita terjebak dalam rutinitas mempromosikan produk tanpa benar-benar memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan kita.
Dalam bukunya, “Building a StoryBrand,” Donald Miller menekankan pentingnya mengidentifikasi masalah pelanggan sebagai langkah awal dalam menciptakan narasi yang efektif.
Mari kita bahas bagaimana cara mengidentifikasi masalah pelanggan dan mengatasinya dengan pendekatan yang tepat.
Mengapa Mengidentifikasi Masalah Pelanggan Itu Penting?
Miller menjelaskan bahwa pelanggan tidak hanya membeli produk; mereka membeli solusi untuk masalah yang mereka hadapi.
Oleh karena itu, memahami masalah yang dihadapi pelanggan adalah langkah pertama yang krusial dalam menciptakan strategi marketing yang efektif. Ketika kita memahami masalah yang dihadapi pelanggan, kita dapat menawarkan solusi yang tepat dan relevan.
Ini bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan.
Tapi masalahnya, mengidentifikasi masalah pelanggan dengan tepat memerlukan kemampuan dan jam terbang yang tinggi. Jika salah mengidentifikasi masalah, maka akan salah pula solusi yang diberikan.
Namun, tenang saja, saya akan membagikan langkah-langkah yang sudah teruji dan telah dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Building a StoryBrand” karya Donald Miller. Metode yang digunakan dalam buku ini disebut dengan framework SB7.
Baca Juga: Cara Menciptakan Narasi Marketing yang Menjual
Langkah-Langkah untuk Mengidentifikasi Masalah Pelanggan
- Kenali Karakter Pelanggan: Dalam framework SB7, langkah pertama adalah mengenali siapa karakter utama dalam cerita kita—yaitu pelanggan. Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan? Memahami karakter ini akan membantu kita mengidentifikasi masalah yang mereka hadapi.
- Identifikasi Masalah yang Dihadapi: Miller menekankan pentingnya memahami masalah yang dihadapi pelanggan, baik itu masalah eksternal (seperti produk yang tidak berfungsi) maupun masalah internal (seperti rasa tidak percaya diri). Dengan memahami kedua jenis masalah ini, kita dapat lebih efektif dalam menawarkan solusi.
- Dengarkan Umpan Balik Pelanggan: Salah satu cara terbaik untuk mengidentifikasi masalah adalah dengan mendengarkan umpan balik dari pelanggan. Baik itu melalui survei, wawancara, atau interaksi di media sosial, setiap masukan adalah informasi berharga yang dapat membantu kita memahami masalah mereka.
- Ciptakan Persona Pelanggan: Buatlah persona pelanggan yang mencakup demografi, perilaku, dan tantangan yang mereka hadapi. Ini akan membantu kita lebih fokus dalam mengidentifikasi masalah yang relevan.
- Analisis Kompetitor: Perhatikan apa yang dilakukan oleh kompetitor. Apa masalah yang mereka coba selesaikan? Dengan memahami pendekatan mereka, kita bisa menemukan celah yang bisa kita isi.
Mengatasi Masalah Pelanggan
Setelah kita berhasil mengidentifikasi masalah pelanggan, langkah selanjutnya adalah menawarkan solusi yang tepat. Berikut beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut:
- Tawarkan Solusi yang Relevan: Pastikan produk atau layanan yang kita tawarkan benar-benar menjawab masalah yang dihadapi pelanggan. Jelaskan dengan jelas bagaimana produk kita dapat membantu mereka.
- Komunikasikan dengan Jelas: Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan komunikasikan solusi kita dengan cara yang menarik. Jangan hanya fokus pada fitur produk, tetapi tunjukkan manfaat yang akan didapat pelanggan.
- Berikan Dukungan yang Baik: Pastikan pelanggan merasa didukung sepanjang perjalanan mereka. Tawarkan layanan pelanggan yang responsif dan siap membantu mereka mengatasi masalah.
- Kumpulkan Umpan Balik: Setelah menawarkan solusi, teruslah mengumpulkan umpan balik dari pelanggan. Ini akan membantu kita memahami apakah solusi yang diberikan efektif atau perlu disesuaikan.
Baca Juga: Cara Menciptakan Narasi Marketing yang Menjual
Kesimpulan
Mengidentifikasi masalah pelanggan adalah langkah awal yang sangat penting dalam menciptakan strategi marketing yang sukses. Dengan memahami apa yang dihadapi pelanggan, kita dapat menawarkan solusi yang relevan dan membangun hubungan yang lebih kuat.
Seperti yang ditekankan oleh Donald Miller dalam “Building a StoryBrand,” pelanggan adalah pahlawan dalam cerita kita, dan tugas kita adalah menjadi pemandu yang membantu mereka mengatasi tantangan.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kamu akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam bisnis dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Jadi, jangan ragu untuk mulai menggali lebih dalam tentang masalah pelangganmu hari ini!
Oh, iya. Jika kamu tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang framework SB7 ini silakan baca selengkapnya dalam buku “Building a StoryBrand” atau >>klik link ini<<. Selamat membaca 🙂


